Aku Masuk ITB

Hai, kalian para calon mahasiswa! Ciee, pasti berat ya berada di kelas akhir? Terutama bagi yang sudah kelas 12 atau 3 SMA. Btw, sudah pilih jurusan, belum? Atau mungkin, sudah memiliki PTN atau PTS idaman? Kalau belum, kami mau bagi-bagi info nih seputaran perkuliahan. Jadi pada Jumat, 16 November 2018 sekitar pukul 14:50 kemarin, SMAK PENABUR Summarecon Bekasi kedatangan pada alumni dari Universitas ITB, lho! Berikut ini kegiatan yang murid ASB lakukan saat seminar seputaran ITB berlangsung. Eits! Ada tips and tricks juga dari pada alumni untuk bisa tembus ke perguruan tinggi, lho. Jadi, baca sampai selesai, ya?

Saat dijelasan mengenai ragam program studi di ITB.

ITB, akronim dari Institut Teknologi Bandung, adalah salah satu perguruan tinggi negri yang berada di Kota Bandung. Bersama para alumni, yaitu Kak Ezra, Kak Kelma, Kak Dioptri, dan Kak Indra, didampingi guru bimbingan konseling dari ASB, Anastasia Tety, kami diberikan informasi umum mengenai ITB. Mulai dari lokasi Kampus ITB, fakultas-fakultas yang ada di ITB, program studi di tiap jurusan fakultas, jalur masuk ITB, biaya masuk ITB, hingga info beasiswa,

Ternyata, Kampus ITB tidak hanya berada di Bandung, lho! Kampus ITB tersebar di tiga tempat. Ada ITB Kampus Ganesha di Jl. Ganesha No. 10, ITB Kampus Jatinangor di Kabupaten Sumedang, dan ITB Kampus Cirebon, Desa Kebonturi dan Desa Geyongan. Di ITB sendiri, terdapat 12 fakultas. FTI, FITB, STEI, FTSL, FTMD, FMIPA, SITH, SF, SAPPK, FSRD, SBM, dan FTTM. Fun fact nya, ITB telah memiliki 27 program studi yang terakreditasi secara internasional, sebelas prodi dari ABET, dan sebelas lainnya dari ASIIN. Lainnya belum memiliki akredittas internasional.

Ngomong-ngomong, yang disingkat F itu maksudnya apa? Semua singkatan di atas merupakan sebutan untuk tiap jurusan fakultas. Untuk mengetahui lebih dalam, mari kita bahas satu-persatu.

FTI adalah singkatan dari  Fakultas Teknik Sipil. Di ITB, ada 6 program studi yang bisa di ambil. Ada Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Industri, Teknik Manajemen Rekayasa Industri, Teknik Pangan, dan Teknik Bioenergi dan Kemurgi. Namun, walaupun namanya Teknik Kimia, para alumnus berkata jika Teknik Kimia justru lebih memfokuskan pada materi Fisika. Catat info ini, ya, jangan sampai nantinya salah memilih jurusan/prodi.

Diam mendengarkan. Ada Ibu Tety di belakang~

Selanjutnya, ada FITB, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian. Di fakultas ini terdapat 4 prodi, yaitu Teknik Geodesi dan Geomatika, Geologi, Meterologi, dan Oseanografi. Sekedar info, meteorologi sering di salah artikan sebagai fakultas yang mempelajar tentang meteor. Meteorologi adalah ilmu dalam Geografi yang mempelajari tentang cuaca pada atmosfer bumi. Astronomi lah yang mempelajari tentang ruang angkasa. Sedangkan Oseanografi, adalah ilmu bantu yang mempelajari tentang laut.

FTTM, Fakultas Teknik Perminyakan dan Pertambangan. Prodi yang tersedia di fakultas ini adalah Teknik Metalurgi, Teknik Perminyakan, Teknik Pertambangan, dan Teknik Geofisika. Sekedar info, untuk masuk Teknik Geofisika, kita harus memiliki pemahaman bahwa bumi itu berbentuk bulat.

STEI, adalah fakultas mengenai Elektro dan Informatika. Prodi yang tersedia di fakultas ini adalah Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Tenaga Listrik, Teknik Telekomunikasi, Sistem dan Teknologi Informasi, dan Teknik Biomedis. Keunggulan utama dari STEI ITB ini adalah prodi Teknik Biomedis, karena prodi ini cukup langka di Indonesia.

FTSL, Fakultas Teknik Ilmu Sipil dan Lingkungan menyediakan 5 program studi. Yaitu Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, Teknik Kelautan, Teknik Pengolahan Sumber Daya Air, dan Rekayasa Infrastruktur Lingkungan.

FTMD, Fakultas Mesin dan Dirgantara. Terdapat 3 prodi di fakultas ini, yaitu Teknik Mesin, Aeronotika dan Astronotika, dan Teknik Material.

FMIPA, Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam dengan 4 prodi, yaitu Fisika, Kimia, Matematika, dan Astronomi yang merupakan satu-satunya di Asia Tenggara, namun hanya Astromomi saja yang belum terakreditasi secara internasional.

SITH, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati yang berkaitan dengan ilmu biologi. Karena itulah, program studi yang tersedia adalah Biologi, Mikrobiologi, Rekayasa Hayati, Rekayasa Pertanian, Rekayasa Kehutanan, dan Teknologi Pasca Panen.

SF, singkatan dari Sekolah Farmasi. Fakultas ini hanya memiliki 2 prodi, yaitu Sains dan Teknologi Farmasi yang berhubungan dengan pengembangan obat, dan Farmasi Klinik dan Komunitas yang menggunakan standar WHO.

SAPPK adalah singkatan dari Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan. Sama, fakultas ini juga hanya menyediakan 2 prodi, yaitu Arsitektur, dan Perencanaan Wilayah dan Perkotaan.

FSRD, Fakultas Seni Rupa dan Desain. Fakultas ini memiliki 5 prodi berupa Seni Rupa, Kriya, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual (DKV), dan Desain Produk. 4 prodi awal memiliki studio sebagai ruang belajar mereka, namun Desain Produk memiliki bengkel sebagai ruang belajar mereka.

SBM adalah Sekolah Bisnis dan Manajemen. Menurut para alumni, fakultas ini adalah fakultas di mana para pebisnis unggul banyak berkumpul. Fakultas ini hanya memiliki 2 prodi, Manajemen dan Kewirausahaan (KWU). Tapi jangan salah, salah satu alumni menceritakan kepada kami jika salah satu mahasiswa jurusan SBM bisa memperoleh 11 juta dalam 3 hari hanya dari simulasinya saja. Hmm, bisa kalian bayangkan sendiri, bukan?

Menonton video dari ITB sebagai sesi penutup.

Banyak sekali program studi yang tersedia, bukan? Ayo, tertarik tidak? Kalau tertarik, mendaftarlah di ITB! Ada 2 jalur untuk bisa tembus ke ITB, yaitu dengan mengikuti SNMPTN[1] dan SBMPTN[2]. SNMPTN adalah jalur non-test, sedangkan SBMPTN melalui tes. Dalam SNMPTN, ada beberapa fakultas yang menyediakan program peminatan. Beberapa fakultas itu adalah FMIPA untuk prodi Astronomi; FTIB untuk prodi Meteorologi dan Oseanografi; FTTM untuk prodi Teknik Pertambangan; FTI di ITB Kampus Ganesha untuk prodi Teknik Fisika, Manajemen, dan Rekayasa Industri; FTMD untuk prodi Teknik Material; STEI untuk prodi Teknik Telekomunikasi, dan masih banyak lagi.

Namun, jika kalian sudah memilih untuk mengikuti program peminatan, kalian tidak bisa pindah jurusan. Persyaratan untuk pindah cukup sulit, dan jikalau bisa, maka mahasiswa harus bisa mempertahankan nilai IPK atau Indeks Pretasi Kumulatif mereka sampai 3,5. Kurang dari itu, maka mahasiswa terancam di drop out.

Sedangkan untuk SBMPTN 2019, terdapat 3 syarat. Pertama, siswa merupakan angkatan dari 2017/2019, dan sudah memiliki ijazah. Kedua, angkatan 2019 perlu memakai SKL dengan cap sekolah dan foto berwarna. Ketiga, jika telah mengikuti SNMPTN sebelumnya, namun tetap ingin mengikuti SBMPTN, maka hasil SNMPTN nya akan gugur. Untuk selengkapnya, bisa ditanyakan langsung pada guru konseling di setiap sekolah.

Yang nantinya akan diujikan di SBMPTN 2019 ini ada dua, yaitu TPS yang merupakan pengembangan dari TPA dan TKA atau Tes Kemampuan Akademik yang terdiri dari kelompok soshum dan saintek sebagai pengganti TKD. SBMPTN nantinya akan berbasis computer, prediksi pelaksanaan SBMPTN adalah sepuataran bulan Maret hingga Mei, kemungkinan dilakukan sebelum Ujian Nasional berlangsung.

Bagaimana dengan tes skolastik? Ter Skolastik tidak jauh berbeda dengan TPA, namun masih belum diketahui apakah soal yang keluar akan sama atau justru akan lebih sulit. Beberapa tips untuk bisa mengerjakan soal ini adalah dengan rajin mengerjakan soal-soal TPA atau langsung dari materi tes skolastik itu sendiri. Mengapa bisa ada tes skolastik? Tujuan dari tes ini adalah untuk mengukur potensi atau bakat skolastik (scholastic aptitude) untuk belajar di perguruan tinggi. Skolastik sendiri memiliki arti sistem logika, filsafat, dan teologi para sarjana pada Abad Pertengahan, sekitar abad 10 hingga abad ke 15.

Untuk biaya, jika non-SBM, maka hanya perlu membayar dengan kisaran harga dari 0 sampai 12,5 juta. Jika mengikuti SBM, maka pilihan hanya ada dua 0 dan 20 juta. Namun keuntungan jika mengikuti SBM, kita bisa lulus dari fakultas hanya dalam waktu 3.5 tahun karena tiga semester dihabiskan dalam waktu satu tahun saja. Sedangkan untuk beasiswa, dapat melaui subsidi, bidikmisi, atau pun beasiswa lain seperti dari sponsor perusahaan.

Fyi, pada Minggu, 6 Januari 2019 nanti di SMAN 1 Bekasi akan diakan TORSI atau Try Out Nasional Masuk Perguruan Tinggi Region Bekasi. Tujuan mengikutin TORSI ini adalah untuk simulasi melaksanakan SBMPTN, siswa juga dapat mengukur kemampuan mereka melalui TORSI ini. Untuk info selanjutnya, dapat mengontak langsung ke ID LINE ; @hgo3170n (pakai @), dan Instagram : @torsi2018.

Mungkin ada sebagian dari kalian yang berpikir jika hanya siswa yang mampu atau super jenius saja yang bisa masuk ke ITB. Jika kalian masih berpikiran seperti itu, maka segera halau pemikiran seperti itu. ITB adalah tempat bagi mereka yang memiliki mimpi dan semangat tinggi untuk visi hidup mereka yang diimbangi dengan ketekunan dalam berdoa. ITB juga bukan universitas yang akan mengeluarkan mahasiswa mereka yang tidak mampu membayar secara cuma-Cuma. Jika kalian membuktikan diri kalian mampu, maka kalian membuktikan jika kalian adalah anggota dari Institut Terbaik Bangsa.

Stop semua stigma negatif tentang dunia perkuliahan! Apa yang kalian pikirkan saat ini, belum tentu akan benar-benar terjadi ke depannya. Yang bisa kalian lakukan saat ini hanyalah berjuang sekeras mungkin untuk mencapai tujuannya kalian. Pantang menyerah dan selalu meminta bantuan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dikuatkan dalam menghadapi rintangan.

 “In Harmonia Progressio”

Maju bersama dalam harmoni dalam suasana kebersamaan.

Salam ASB!

[1] www.snmptn.ac.id

[2] www.sbmptn.ac.id