Ekspedisi DofE

Berprestasi dalam bidang akademik memang sangatlah penting. Tetapi, ada baiknya juga kita ikut aktif dalam berbagai organisasi untuk mengasah kemampuan interaksi kita dan memanfaatkan masa muda. Tak hanya organisasi dalam sekolah seperti OSIS dan ektsrakulikuler lainnya, salah satu organisasi yang tersedia bagi siswa-siswi Penabur adalah The Duke of Edinburgh’s Award atau yang disingkat DofE.

Kami, Daniella dan Selina, adalah salah satu dari sekian banyak peserta DofE dibawah BPK PENABUR  Jakarta yang diundang mengikuti kegiatan Ekspedisi DofE yang diadakan dari tanggal 8 – 9 Desember 2017 bagi peserta Bronze dan 8 – 10 Desember 2017 bagi peserta Silver, bertempat di Curug Panjang, Cilember, Bogor, Jawa Barat.

Awalnya, kami dikenalkan organisasi yang didirikan di UK ini pertama kali pada saat MPLS2B atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru oleh salah satu alumni PENABUR (SMAK 4 PENABUR Jakarta). Kala itu kami merasa begitu terinspirasi dengan keberhasilan Kak Wesley Gosali dengan melakukan kegiatan skill, sport dan service secara rutin.

Nah, kegiatan ekspedisi ini sendiri merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh semua peserta DofE dari SMAK PENABUR Kota Wisata, Gading Serpong, Harapan Indah, Kota Tanggerang dan kami dari Summarecon Bekasi.

Kami berdua berangkat dari sekolah bersama satu Pembina menuju Stasiun Bekasi. Kami menggunakan transportasi umum dan bertemu dengan teman-teman peserta dari SMAK PENABUR Harapan Indah di Stasiun Bogor. Lalu, kami bersama-sama menyusuri kota Bogor menuju tempat perkemahan menggunakan mobil angkutan kota.

Sesampainya, kami langsung mendirikan tenda dan mendengarkan sekilas tentang DofE bersama seluruh peserta DofE dari SMAK PENABUR lainnya. Menjelang malam, kami belajar memasak nasi lemang di batang bambu muda. Selagi menunggu nasi matang, kami menyiapkan lauk dengan memasaknya bersama menggunakan kayu bakar sebagai tungku. Betapa senangnya kami begitu makanan matang dan kami makan bersama-sama.

Ketika selesai makan malam, hujan turun membasahi tenda kami. Naasnya, tenda kami ternyata mengalami kerusakan. Beruntung, salah satu Pembina dari DofE juga teman-teman lain bersedia membantu kami menyimpan barang-barang selagi kami mendirikan tenda baru di tengah hujan. Di situ kami juga belajar indahnya solidaritas persahabatan yang saling membantu.

Keesokan harinya, kami bangun pagi-pagi dan melakukan pemanasan tubuh bersama. Setelah mengisi energi dengan sarapan, kami bersama kelompok yang sudah dibagikan secara acak—mendaki jalanan menanjak menuju Curug Panjang yang berjarak kira-kira 150 meter dari lokasi perkemahan. Perjalanan menjadi tak terasa ketika kami melihat pemandangan Curug Panjang yang sangat indah. Apalagi ketika kami menyelupkan diri bermain air yang segar sambil bertukar canda. Setelah puas bermain dan mengabadikan foto bersama, kami kembali ke lokasi tenda dan membersihkan diri sebelum makan malam. Sedangkan, teman-teman dari Bronze bersiap-siap untuk pulang.

Tinggallah kami para peserta Silver yang harus mengikuti sesi belajar menggunakan kompas dan membuat peta pita. Hujan yang turun tak menyurutkan semangat kami, maka kami tetap melanjutkannya dengan mengenakan jas hujan yang sudah kami persiapkan dari rumah.

Sorenya, kami pergi ke sungai dekat lokasi perkemahan untuk menangkap ikan yang dilepas di sana. Tak seperti perkiraan, menangkap ikan ternyata cukup sulit. Walaupun begitu kami tidak mau menyerah bahkan sampai senja tiba. Para peserta juga harus membersihkan ikan sendiri untuk dijadikan makan malam.

Perasaan kami sedikit sedih saat bangun keesokan harinya begitu menyadari saat itu akan menjadi hari terakhir kami melakukan ekspedisi DofE bersama. Kami yang tidak berhasil menangkap ikan kemarin harus kembali menuju sungai untuk menangkapnya—lagi. Sesudah makan pagi, kami membereskan barang-barang juga tenda kami lalu berangkat menuju Kampoeng Wisata Lame. Kami menerapkan ilmu dalam menggunakan kompas dan membuat peta perjalanan. Bertemu dengan penduduk sekitar membuat kita merasa lebih membaur dengan sekitar. Kami juga berkenalan dengan dua anak perempuan yang sedang membaca buku di perpustakaan kecil yang didirikan PENABUR.

Setelahnya, kami makan siang bersama dengan nasi-lauk yang sudah disediakan panitia sebelum berdoa bersama dan beranjak pulang. Melelahkan memang, namun pengalaman dan keseruan yang kami dapatkan selama 3 hari 2 malam ini membuat kami setengah hati berpisah dengan teman-teman juga Pembina dari DofE.

Bagaimana, teman-teman? Tak hanya asyik, kegiatan seperti ini juga sangat membantu untuk mempersiapkan masa depan kita, lho. Banyak inspirasi dan motivasi yang dapat kalian dapatkan dengan mengikuti kegiatan organisasi sekaligus award ini.