PERKEMAHAN WIRA KARYA SLTAK PENABUR 2017

Pada hari Rabu-Jumat, 1-3 November 2017 beberapa siswa-siswi kelas XI SMAK PENABUR SUMMARECON BEKASI ikut serta dalam Wirakarya 2017 yang diadakan oleh Lapendik BPK PENABUR JAKARTA. Kegiatan Wirakarya ini bertempat di Curug Nangka Bogor. Peserta Wirakarya adalah siswa-siswi dari SMAK PENABUR JAKARTA, nampak sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Panas teriknya matahari tidak menyurutkan aktivitas mereka dilapangan. Para calon dewan ambalan ini dengan giat dan sigap mendirikan tenda, gardu dan pagar, rak jemuran dan rak sepatu. Berbekal tongkat, tali, dan patok serta teknik mengaplikasikan prakek tali temali yang sudah dipelajari pada saat kegiatan pramuka di sekolah maka para calon dewan ambalan ini dapat mengkreasikannya dengan baik. Oleh sebab itu tidak heran jika calon dewan ambalan dari ASB mendapatkan juara 3 untuk kategori tendanisasi dan kebersihan tenda, luar biasa…!

Selain itu para calon dewan ambalan ini diajak untuk memasak menggunakan kayu bakar. Mereka berusaha untuk menyalakan api kemudian memasak makanan dengan kayu bakar. Hal ini menjadi keseruan sekaligus tantangan bagi mereka. Mereka harus menjaga agar api tidak padam, mengurangi bara api agar masakan tidak gosong, belum lagi asap yang membuat mata pedih. Namun itu semua tidak menjadi kendala bagi mereka, hal ini terbukti dengan dengan nobatkannya hasil masakan calon dewan ambalan ASB menjadi juara 1. Adapun menu yang dilombakan adalah nasi liwet , tempe goreng, sayur sop serta sambal kecap.

Kegiatan Wirakarya ini merupakan kegiatan yang sangat baik dan menarik untuk mengaplikasikan dasa dharma yang no 2 yakni “cinta alam dan kasih sayang sesama manusia”. Para calon dewan ambalan dari semua SMAK PENABUR JAKARTA diminta untuk membangun pipa saluran air dari Curug hingga ke perkampungan warga. Satu desa disekitar Curug ini tidak mendapati air bersih dikarenakan tidak adanya aliran air yang mengarah ke desanya, oleh sebab itu dibutuhkan pipa-pipa yang panjang untuk dapat mengambil air bersih dari curug untuk dialirkan kerumah warga. Berkat kerja sama calon dewan ambalan, kakak pembina dan masyarakat sekitar akhirnya bisa terwujudlah saluran air tersebut sampai ke desa sekitar curug… Puji Tuhan…! -Lusia Rahajeng